Danau Cantik di Indonesia yang Letaknya Tersembunyi

Secara harfiah, danau diartikan sebagai suatu cekungan di bumi yang dipenuhi air. Di Indonesia, danau cukup mudah ditemukan. Banyak sekali daerah di Indonesia yang memiki danau, baik itu danau buatan atau danau yang tercipta secara alami. 

Saking banyaknya jumlah danau di Indonesia, maka tak semua danau dapat dikenali masyarakat luas, terutama danau-danau yang letakya tersembunyi dan jauh dari daerah tempat tinggal penduduk. Padahal, danau-danau yang tersembunyi itu menyimpan berbagai keunikan dan keindahan yang dapat membuat semua orang terkagum-kagum setelah melihatnya, seperti keempat danau berikut ini:
Labuan Cermin
(foto: prokal.co)
Sudah bukan rahasia lagi jika minyak dan air tidak akan pernah bisa bersatu meskipun berada di wadah yang sama. Lalu, apa yang akan terjadi jika air asin dan air tawar disatukan dalam sebuah danau yang sama? Jika kamu pergi ke danau Labuan Cermin yang berada di Biduk-Biduk, Berau, Kalimantan Timur, kamu akan melihat air laut dan air tawar berkumpul dalam wadah yang sama. Uniknya, air laut dan air tawar yang berada di danau ini tidak tercampur. Di danau ini, air tawar mengairi bagian permukaan dan air laut di bagian dasar. 

Air laut yang masuk ke danau berasal dari saluran air bawah tanah yang terhubung ke laut. Hebatnya, ikan-ikan laut berukuran kecil pun banyak yang ikut terbawa ke dalam danau. Ikan-ikan tersebut bisa kamu lihat dari permukaan karena air yang ada di danau ini sangat jernih. Saking jernihnya, sebuah perahu yang  mengapung di atasnya akan terlihat seperti melayang di udara. Inilah alasan kenapa danau tersebut dinamai Labuan Cermin.

Pemandangan di permukaan danau ini pun sangat indah, bersih, dan sejuk. Hal ini karena keberadaan danau Labuan Cermin sedikit tersembunyi di balik hutan.
 
Danau di Kakaban
Masih dri kabupaten Berau, Kalimantan Timur, tepatnya di pulau Kakaban, kepulauan Derawan, terdapat danau unik yang berisi air payau. Air payau yang ada di danau ini adalah sisa dari bencana besar di masa lalu. Setelah bencana selesai, sebagian air laut yang terbawa ke dalam pulau pun terjeba di sebuah kubangan. Seiring berjalannya waktu, air laut tersebut pu berubah menjadi pauay.
Danau di Kakaban
Bencana itu pun turut menyeret beberapa jenis mahluk laut seperti ubur-ubur. Ubur-ubur yang terjebak  di dalam danau itu pun hidup, berkembang biak, dan berevolusi sampai sekarang. Evolusi ini membuat ubur-ubur kehilangan daya sengatnya. Inilah keunikan dari danau Kakaban. Di sini, kamu bisa bernenang, bermain, dan selfie bersama ubur-ubur tanpa perlu takut terkena sengatannya.
 
Sagara Anak
Sekitar abad 13, terjadi sebuah bencana yang mengakibatkan bumi tertutup abu dalam waktu yang lama. Belum lama ini, para peneliti menyimpulkan bahwa bencana tersebut berasal dari letusan gunung dengan skala 7 di pulau Lombok yang bernama Samalas. Letusan itu pun telah membuat puncak gunung Samalas hilang dan berubah menjadi kawah yag luas. Waktu pun akhirnya mengubah kawah itu menjadi sebuah danau vulkanis yang indah. Danau itu pun semakin unik setelah gunung Baru Jari yang merupakan anak dari gunung Samalas muncul di tengah danau.
Danau Sagara Anak
Danau Sagara Anak. (foto: trekkingrinjani.com)
Lokasi danau ini tersembunyi dibalik megahnya gunung Rinjani. Maka untuk mencapai danau Sagara Anak, kamu harus rela mendaki gunung Rinjani terlebih dahulu karena danau Sagara anak berada di ketinggian sekitar 2000an mdpl. Namun kamu harus berhati-hati saat mengunjungi danau ini. Sagara anak sering dianggap sebagai tempat tinggal raju Jin Anjani sehingga menjadi teempat yang dikeramatkan oleh orang-orang yang meercayainya.

Kelimutu
Seperti halnya danau Sagara anak di gunung Rinjani, danau Kelimutu di gunung Kelimutu yang sama-sama berada di atas gunung pun memiliki pemandangan yang unik dan indah. Danau yang terletak di desa Pemo, kecamatan Kelimutu, kabupaten Ende, Flores, Nusa Tenggara Timur ini memiliki keunikan yang jarang ditemukan di danau lainnya. Danau Kelimutu memiliki tiga titik dengan warna yang berbeda. Air yang ada di dalamnya pun mampu berubah warna hingga berkali-kali. Menurut para peneliti, perubahan warna ini terjadi akibat aktivitas vulkanis, pembiasan cahaya matahari, mikrobiota air, zat kimia terlarut, gangga, serta pantulan warna dinding dan dasar danau. 
Danau Kalimutu
Danau Kalimutu. (foto: anekatempatwisata.com)
Menurut otoritas setempat, dinding pemisah antara dua dari danau tersebut sangat rapuh. Jika terjadi gempa atau pergeseran tanah, maka dinding tersebut bisa longsong sehingga dua danau Kelimutu bisa bersatu. Jika sampai hal itu benar-benar terjadi di masa depan, maka kamu tak akan bisa melihat keindahan fenomena danau ‘tiga warna’ Kelimutu lagi.

Meskipun lokasinya tersembuyi di atas gunung, namaun danau Kelimuti sudah memiliki pamor sampai ke luar negeri, terutama sejak ditetapkan sebagai Kawasan Konservasi Alm Nasional pada tahun 1992.

Waktu terbaik untuk berkunjung dan menikmati keindahan danau-danau di atas adalah saat musim kemarau. So, sambil menunggu musim panas tiba, cek harga tiket  pesawat menuju bandara terdekat dengan danau tersebut dari sekarang. Kalau kamu membeli tiket pesawat sejak jauh hari, kamu bisa mendapatkan harga yang lebih murah, terutama jika kamu cari tiket pesawat di Reservasi.com. Selain lebih hemat, kamu juga bisa menikmati banyak kemudahan untuk memesan tiket.                                                                        
Share on Google Plus

About ibnu Amr

0 comments:

Post a Comment