Pengertian Sejarah Pendidikan Islam Menurut Ahli

Sumber asli di sini
Pengertian Sejarah Pendidikan Islam
Kata sejarah dalam bahasa Arab disebut tarikh yang berarti ketentuan masa. Sedangkan menurut istilah sejarah berarti keterangan yang terjadi dikalangannya pada masa yang telah lampau atau pada masa yang masih ada. Kata tarikh juga dipakai dalam arti perhitungan tahun baik sesudah atau sebelum masehi. Kemudian yang dimaksud dengan ilmu tarikh adalah suatu pengetahuan yang gunanya untuk mengetahui keadaan- keadaan atau kejadian- kejadian yang telah lampau maupun yang sedang terjadi dikalangan umat.

Dalam bahasa inggris sejarah disebut history yang berarti pengalaman masa lampau dari pada umat manusia. Kemudian sebagai cabang ilmu pengetahuan sejarah mengungkap peristiwa-peristiwa masa silam, baik peristiwa sosial, politik, ekonomi, agama dan budaya dari suatu bangsa, negara atau dunia.
(foto: tribunews.id)
Pokok persoalan sejarah senantiasa akan sarat dengan pengalaman penting yang menyangkut perkembangan keseluruhan keadaan masyarakat. Menurut Sayid Quthub sejarah bukanlah peristiwa-peristiwa, melainkan tafsiran peristiwa itu dan pengertian mengenahi hubungan nyata dan tidak nyata yang menjalin seluruh bagian serta memberinya dinamisme dalam waktu dan tempat. Sedangkan yang dimaksud dengan pendidikan Islam yaitu proses bimbingan peserta didik ke arah terbentuknya pribadi muslim yang baik (insan kamil) untuk mencapai keberhasilan dan kemajuan pendidikan Islam. Menurut Zakiah Derajat pendidikan Islam merupakan pendidikan yang lebih banyak ditujukan kepada perbaikan sikap mental yang akan terwujud dalam amal perbuatan, baik keperluan diri sendiri maupun orang lain yang bersifat teoritis dan praktis ( Zakiah Derajat, 1996,: 25 ). Dengan demikiian pendidikan Islam merupakan proses bimbingan dari pendidik terhadap perkembangan jasmani, rohani dan akal peserta didik ke arah terbentuknya pribadi muslim yang baik.

Dari beberapa pengertian di atas maka dapat dirumuskan tentang pengertian ” Sejarah Pendidikan Islam ” sebagai berikut :
  1. Keterangan mengenahi pertumbuhan dan perkembangan pendidikan Islamdari waktu ke waktu lain sejak zaman lahirnya Islam sampai dengan masa sekarang
  2. Cabang ilmu pengetahuan yang berhubungan dengan pertumbuhan dan perkembangan pendidikan Islam, baik dari segi ide dan konsepsi maupun segi institusi dan operasionalisasi sejak zaman nabi Muhammad SAW sampai sekarang.
A. Obyek dan Metode Sejarah Pendidikan Islam
Sejarah biasanya ditulis dan dikaji dari sudut pandang suatu fakta atau kejadian dari peradaban bangsa. Maka obyek sejarah pendidikan Islam mencakup fakta- fakta yang berhubungan dengan pertumbuhan dan perkembangan pendidikan Islam baik informal, formal maupun non formal. Sebagai cabang ilmu pengetahuan obyek sejarah pendidikan Islam umumnya tidak jauh berbeda dengan yang dilakukan dalam obyek sejarah pendidikan seperti mengenahi sifat-sifat yang dimilikinya.

Mengenahi metode sejarah pendidikan Islam terdapat hal-hal yang sifatnya khusus, akan tetapi berlaku kaidah yang ada dalam penulisan sejarah.Untuk mencapai tujuan sejarah pendidikan Islam seorang sejarawan harus memenuhi syarat sebagai berikut:
  1. Seorang sejarawan harus menguasai alat-alat analisis untuk menilai suatu kebenaran materi-materi sumbernya dan perpaduan untuk mengumpulkan dan menafsirkan materi itu ke dalam kisah yang penuh makna. 
  2. Sebagai seorang ahli sejarawan harus mempunyai suatu suatu kerangka berpikir yang kritis baik dalam mengkaji materi maupun dalam menggunakan sumber-sumbernya. 
  3. Seorang sejarawan harus mempunyai ketrampilan menangkap dan merasakan secara luas hubungan-hubungan yang serba kompleks
  4. Sebagai sejarawan mempunyai penguasaan ilmu pengetahuan yang luas guna memudahkan pemahaman dari berbagai konteks
  5. Dapat membandingkan dan merasakan dampak serta mengaitkan data dengan peristiwa-peristiwanya.
Sehubungan dengan hal di atas H. Munawar Cholil mengemukakan bahwa, pengetahuan yang diperlukan sebagai alat penyusun sejarah itu cukup banyak, tetapi yang perlu diketahui terlebih dahulu adalah ilmu bumi ( Takhthiethul- ardh ), ilmu isi bumi ( Thabaqaatul- ardh ) dan ilmu negara ( Taqwimul- Buldaan ). 

Pada pertengahan abad ke- 19 sarjana umumnya mengambil tema yang luas, menampilkan seluruh sejarah nasional dalam berbagai karya-karya besar. Sejak waktu itu penelitian sejarah diarahkan kepada lebih banyak topik khusus, dengan berbagai cara penetapan sesuai dengan kecenderungan penulisnya atau kepada masalah nasionalnya kepada sumber materi yang belum digali. Topik kajian sejarah, apa saja peristiwanya baik yang berhubungan dengan tokoh, institusinya, harus mempunyai relevansi dengan kehidupan masyarakat secara keseluruhan. Disini nampak bahwa metode deskriptif dan analisis merupakan kunci dalam penyusunan sejarah pada umumnya. Dalam obyek sejarah pendidikan Islam sangat berkaitan dengan nilai – nilai agamawi, filosofi, psikologi dan sosiologi, maka perlu menempatkan obyek sasarannya secara utuh, menyeluruh dan mendasar. 

Sesuai dengan sifat dan sikap itu, maka metode yang harus ditempuh antara lain: 
  1. Deskriptif yaitu dimaksudkan bahwa ajaran- ajaran Islam sebagai agama yang dibawa Rosulullah SAW dalam Al- Qur’an dan Hadits yang berhubungan dengan pengertian pendidikan harus diuraikan sebagaimana adanya dengan maksud untuk memahami makna yang terkandung dalam ajaran tersebut. 
  2. Komperatif yaitu dimaksudkan bahwa ajaran Islam dikomparasikan dengan fakta- fakat yang terjadi dan berkembang dalam kurun waktu serta tempat tertentu guna untuk mengetahui persamaan dan perbedaan dalam suatu permasalahan tertentu yang menghubungkan pendidikan Islam dengan pendidikan yang dibandingkan ( pendidikan Islam dan pendidikan nasional ).
  3. Pendekatan analisis – sintesis. Pendekatan analisis artinya secara krtis membahas, meneliti istilah- istilah, pengertian- pengertian yang diberikan oleh Islam sehingga diketahui adanya kelebihan dan ciri khusus pendidikan Islam. Sedangkan sintesis dimaksudkan untuk memperoleh satu keutuhan dan kelengkapan kerangka pencapaian tujuan, serta manfaat penulisan sejarah pendidikan Islam.
B. Kegunaan Sejarah Pendidikan Islam
Secara umum sejarah mengandung kegunaan yang sangat besar bagi kehidupan umat manusia karena sejarah menyimpan, mengandung kekuatan yang dapat menimbulkan dinamisme dan melahirkan nilai- nilai baru bagi pertumbuhan serta perkembangan kehidupan umat manusia. Sumber utama ajaran Islam adalah al- Qur’an yang mengandung nilai kesejarahan yang langsung maupun tidak langsung mengandung makna besar, pelajaran yang sangat tinggi dan pimpinan utama khususnya bagi umat Islam.Tarikh dan ilmu tarikh dalam Islam menduduki arti penting. Oleh karena itu kegunaan sejarah pendidikan Islam meliputi dua aspek yaitu kegunaan yang bersifat umum dankegunaan yang bersifat akademis. 

Berpedoman pada tiga ayat di atas, maka umat Islam dapat menteladani proses pendidikan Islam semenjak zaman nabi Nabi Muhammad SAW, zaman khulafa’ur Rosyidin, zaman ulama’ besar dan para pemuka gerakan pendidikan Islam, karena secara global bahwa proses pendidikan Islam pada hakekatnya merupakan manifestasi daripada pemikiran mereka tentang konsepsi Islam di bidang pendidikan baik teoritik maupun pelaksanaannya. Sedangkan kegunaan sejarah pendidikan Islam secara dinamis berarti sejarah pendidikan Islam selain memberikan perbendaraan perkembangan ilmu pengetahuan (teoritik atau praktek) menumbuhkan perspektif baru dalm rangka mencari relevansi pendidikan Islam terhadap bentuk perubahan dan perkembangan ilmu tegnologi. 

Kegunaan studi sejarah pendidikan Islam diharapkan dapat: 
  • Mengetahui dan memahami pertumbuhan dan perkembangan pendidikan Islam sejak zaman lahirnya sampai sekarang.
  • Mengambil manfaat dari proses pendidikan Islamguna memecahkan problematika pendidikan zaman sekarang.
  • Memiliki sikap positif terhadap perubahan dan pembaharuan sistem pendidikan Islam.
Selain itu sejarah pendidikan Islam akan mempunyai kegunaan dalam rangka pembangunan dan pengembangan pendidikan Islam. Dalam hal ini memberikan arah kemajuan yang pernah dialamidan dinamismenya dalam kerangka pandangan yang utuh dan mendasar. 

C. Periodesasi Sejarah Pendidikan Islam
Sejarah pendidikan Islam pada hakekatnya tidak terlepas dari sejarah Islam. Oleh sebab itu periodesasi sejarah pendidikan Islam dapat dikatakan dalam periode- periode sejarah Islam itu sendiri. Secara garis besar Dr. Nasution membagi sejarah ke dalam tiga periode, yaitu periode klasik, pertengahan dan modern.

Kemudian perinciannya dapat dibagi menjadi 5 masa, yaitu: 
  1. Masa hidupnya Muhammad SAW ( 571- 632 M) 
  2. Masa khulafaur Rosyidin (632- 661 M) 
  3. Masa kekuasaan umawiyah di Damsyik ( 661- 750 M)
  4. Masa kekuasaan Abbasiyah di Bagdad (750- 1250 M)
  5. Masa dari jatuhnya kekholifahan di Bagdad tahun 1250 M sampai sekarang.
Pembagian 5 masa di atas dalam kaitannya dengan periodesasi sejarah pendidikan Islam berkaitan dengan sejarah Islam di Indonesia dengan fase sebagai berikut: 
  1. Fase datangnya Islam ke Indonesia
  2. Fase pengembangandengan melalui proses adaptasi
  3. Fase berdirinya kerajaan- kerajaan Islam ( proses politik) 
  4. Fase datangnya orang barat ( zaman penjajahan orang Barat ( zaman penjajahan)
  5. Fase penjajahan Jepang
  6. Fase Indonesia merdeka
  7. Fase pembangunan
Dengan demikian periodesasi tentang sejarah pendidikan Islam mencakup periode sejarah Islam yang terjadi dalam kawasan dunia Islam dan kawasan Indonesia yang erat kaitannya dengan kepentingan studi atau kajian Islam di Indonesia.

Referensi:
Share on Google Plus

About eM eN

0 comments:

Post a Comment